TonraNews.com-Makassar; Universitas Hasanuddin Makassar
kembali akan menggelar prosesi wisuda dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Program
Sarjana Periode Keempat Tahun 2017/2018 di Gedung Baruga Andi Pangeran
Pettarani Kampus Universitas Hasanuddin, Selasa 10 Juli 2018. Acara akan dihadiri oleh
Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA: Majelis Wali Amanah, Senat
Akademik, Dewan Professor, Pimpinan Fakultas dan Lembaga yang ada dalam
lingkungan Universitas Hasanuddin
Dalam wisuda kali ini, Universitas
Hasanuddin menetapkan Nur Rahmi sebagai wisudawan terbaik universitas dari rumpun
fakultas eksakta. Nur Rahmi mencatatkan namanya sebagai wisudawan terbaik setelah
berhasil menyelesaikan studi di jenjang Strata Satu Ilmu Peternakan Program
Studi Sosial Ekonomi Peternakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3.92; masa
studi 3 tahun dan 8 bulan; dan lulus dengan predikat Cum Laude. Atas prestasi tersebut, pihak kampus memberikan
apresiasi berupa bebas test masuk Program Pasca Sarjana Unhas (S2) dan Tabungan senilai
2.5 juta rupiah.
Nur
Rahmi menyelesaikan studinya setelah mempertahankan skripsi yang berjudul Peramalan
Populasi Ternak Sapi Potong di Kab. Bone. Dari hasil penelitian dengan metode peramalan quantitative intrinsic-time series, Nur Rahmi memaparkan bahwa
target pemerintah terhadap pertumbuhan populasi sapi ternak belum tercapai karena
pertumbuhan populasi yang rendah akibat rendahnya kelahiran dan tingginya ternak
yang keluar.
Dalam acara ramah tamah Wisudawan Fakultas
Peternakan, Muhammad Takdir yang merupakan ayah dari Nur Rahmi diberikan kehormatan untuk memberikan
sambutan mewakili keluarga wisudawan. Di hadapan para dosen, wisudawan dan
keluarganya serta mahasiswa yang hadir, Muhammad Takdir menyampaikan
terimakasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan yang telah diberikan oleh para
dosen selama wisudawan menjalani proses belajar di fakultas tersebut. Sedangkan
kepada wisudawan, walaupun ia saat ini berprofesi sebagai pegawai negeri sipil
namun ia berpesan agar para wisudawan tidak terlalu menggantungkan diri untuk
bekerja sebagai pegawai negeri sipil. “bekerja di bidang swasta lebih
menjanjikan, apa lagi jika bisa mengembangkan ilmu yang telah diperoleh dalam bidang wirausaha” ujar Muhammad Takdir yang juga alumni Fakultas
Peternakan Universitas Hasanuddin.
Mimi, nama panggilan gadis yang
dilahirkan di Tonra 22 Juli 1996 adalah anak sulung dari 3 bersaudara, dua
orang adiknya yaitu Muhammad Syamsir juga dinyatakan lolos masuk Fakultas
Pertanian Universitas Hasanuddin sedangkan Syamsul Meladi saat ini masih
mengenyam pendidikan di SMA 10 Bone. Ayahnya Muhammad Takdir adalah pegawai
negeri sipil di Dinas Peternakan Kabupaten Bone, sedangkan Ibunya Nurhadati
merupakan Penyuluh Kelautan dan Perikanan. Dalam keseharian, Mimi dikenal
sebagai gadis yang sederhana, murah senyum dan rendah hati. Di beberapa
kesempatan, kontributor TonraNews pun
hanya mendapatkan senyum manisnya ketika berpapasan dalam perjalanan menuju
rumah neneknya yang hanya berjarak sepelemparan dari kediaman orang tuanya. Nur
Rahmi, bukan saja cantik tapi juga cerdas.
Ketika TonraNews kembali
menghubungi via telepon sellular untuk mengkonfirmasi rencana kedepannya, Nur
Rahmi yang sedang berkumpul bersama keluarganya menyatakan keinginannya untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya sangat ingin untuk
lanjut ke S2, apalagi ada tawaran dari universitas. Tapi semua tergantung pada
orang tua” ungkapnya antusias dan penuh harap. Walau tak begitu jelas,
TonraNews mendengar perbincangan kedua orang tuanya yang akan memberikan
dukungan akan cita-cita tersebut sekaligus penghargaan atas prestasi membanggakan
yang telah diraihnya.
Prestasi yang di raih oleh Nur
Rahmi menambah panjang deretan prestasi anak-anak Tonra. Sebelumnya, Febriansyah
juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Universitas Negeri Makassar, Rabu 6
Februari 2016 yang lalu setelah menyelesaikan jenjang Strata Satu Ilmu
Pendidikan Luar Biasa dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3.97
hanya dalam
jangka 3 tahun 4 bulan dengan predikat Cum
Laude. Kini, Febriansyah hampir merampungkan pendidikan pada Program Pascasarjana
UNM dari beasiswa yang diperolehnya sebagai wisudawan terbaik.


