BONE-TonraNews; Setelah memastikan maju dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2018,
pasangan bakal calon Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman langsung menyambangi
Bone dan sekitarnya. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa dalam kunjungannya
tersebut pasangan NA-ASS ini menemui Andi Idris Galigo mantan Bupati Bone 2 periode, bakal calon Bupati Bone 2018 dr. Rizalul Umar, serta
beberapa tokoh masyarakat lainnya, bahkan pasangan ini mendirikan Posko
Pemenangan di Jl. MT Haryono Watampone yang merupakan Posko Pemenangan pertama
di Sulawesi Selatan.
Dalam
perjalanan kembali dari kota Watampone, waktu shalat Dzuhur tiba ketika rombongan "The Professor"
yang terdiri dari sebuah Bus Executive dan beberapa kendaraan lainnya berada di
wilayah Kecamatan Tonra. Rombongan pun berhenti untuk melaksanakan kewajiban shalat Dzuhur secara berjamaah di Masjid Raya Al-Manaar, Desa Bulu-Bulu, Kecamatan
Tonra. Guru Besar Fakultas Pertanian dan Ilmu Kehutanan Universitas Hasanuddin
tersebut pun bertindak sebagai Imam dalam shalat berjamaah bersama masyarakat
sekitar.
Usai Shalat,
bakal calon gubernur Sulawesi Selatan menyempatkan bersilaturrahim dengan warga
masyarakat.
Melihat kondisi Masjid Al-Manaar yang sedang dalam proses pembangunan, Bupati
Bantaeng ini pun langsung memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp. 10 Juta,
beserta beberapa Al-Quran dan Mukenah untuk inventaris masjid. Sumbangan yang
diberikan secara spontan tersebut diterima langsung oleh Drs. H. Saguni selaku
Bendahara Pembangunan Masjid disaksikan oleh Kepala Desa Bulu-Bulu Drs. H. Muh
Arif Rachman dan Staff Pemerintahan Desa Bulu-Bulu beserta jamaah yang hadir. Rombongan The
Professor pun melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Libureng yang merupakan
kampung kelahiran Andi Sudirman Sulaiman.
Kepala Desa
Bulu-Bulu mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pasangan NA-ASS
atas bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut akan sangat berarti untuk
kelanjutan pembangunan masjid yang diperkirakan menelan biaya lebih dari 1.5
milyar. “Pak Prof hanya menitipkan pesan untuk senantiasa meramaikan masjid,
sama sekali tidak ada pesan khusus untuk mendukung beliau” ujar H. Muh. Arif yang
telah menjadikan tradisi shalat berjamaah di masjid bagi aparat pemerintahan
Desa Bulu-Bulu yang dipimpinnya.
Tak lama
berselang, foto bersama jamaah Masjid Al-Manaar Kecamatan Tonra dengan Sang Professor pun muncul di
media sosial khsusnya facebook disambut komentar antusias dari
penggiat dunia maya. Beberapa netizen memberikan komentar “Inimi Professor
AndalanGku Saya” beserta 2-3 jempol serta like. “Saya tidak sempat shalat berjamaah di
masjid hari ini karena terlambat pulang dari empang” komentar Mursalim salah seorang jamaah
yang berprofesi sebagai pengusaha tambak sekaligus pengagum Sang Professor
seolah mencurahkan penyesalannya karena tidak bertemu langsung dengan Sang Idola.
Kunjungan
The Professor ke Bone pun tidak luput dari kritikan warga karena kecepatan
rombongan yang seolah-olah hendak menjadi penguasa jalan umum. “Kemarin, saya
bertemu rombongan tersebut di Kawerang Kecamatan Cina. Mereka melaju dengan
kecepatan tinggi bahkan memaksa menyalip rombongan lainnya yang ada di depan sehingga kami yang
datang dari arah berlawanan arah terpaksa menghindar ke bahu jalan” ujar salah
seorang warga dengan kesal namun tidak berkenan disebut namanya.

