TonraNews.com-Tonra; Masyarakat Tonra kembali
mengadakan kegiatan perburuan babi hutan di kawasan perbukitan Bulu Taulu dan
Pattiro Sompe Desa Bulu-Bulu, Minggu 29 Juli 2018. Kawasan tersebut merupakan kawasan
semak belukar yang sebagian dikelola sebagai kebun oleh masyarakat sekitar, dikelilingi
oleh persawahan dan pemukiman.
Pagi hari, ratusan
pemburu tiba di lereng bukit. Mereka siap mempertontonkan sekaligus menguji nyali dan ketangkasan. Pemburu handal tersebut dilengkapi dengan anjing
pemburu yang sarat pengalaman, lengkap dengan senjata tajam berupa parang dan
tombak berbagai model. Mereka datang dari Salemekko, Barebbo, Tanete Riattang,
Ulaweng dan Ponre dengan dukungan pemburu lokal dari wilayah Tonra.
Setelah mendapatkan pengarahan dari Kepala Desa Bulu-Bulu
Drs. H. Muh. Arief dan Camat Tonra Drs. Bambang Hermanto yang terjun langsung ke
lokasi, para pemburu kemudian menyebar mengepung kawasan perbukitan, beberapa
diantara mereka meringsek masuk menyisir semak belukar. Tak lama berselang, anjing
pemburu pun menggonggong disertai teriakan melengking dari tuannya, riuh saling
bersahutan mengejar musuh. Babi hutan yang ada di kawasan tersebut kaget
mendapatkan serangan sporadis dari berbagai arah, musuh petani itu lalu lari
kocar-kacir dengan arah yang tidak pasti. Babi liar ini terkepung dan terpaksa
bertarung dengan anjing pemburu yang ganas mempertahankan hidupnya. Pertarungan
pun terjadi di tengah semak belukar, di lereng perbukitan atau bahkan di tengah
persawahan. Puluhan babi hutan akhirnya tumbang di ujung tombak trisula,
meregang nyawa setelah bertarung dengan sang pemburu.
Kegiatan usai tatkala terik matahari kian menyengat, peluh
pun membasahi sekujur tubuh para pemburu. Para pemburu istrahat dengan jamuan
makan siang di Pantai Togeo, sebuah kawasan wisata baru dengan pasir putih. Masyarakat
Bulu-Bulu menyajikan ikan bakar dan es buah, dinikmati dibawah nyiur yang
melambai oleh hembusan semilir angin pantai.
Usai makan siang, anjing-anjing yang cedera dan terluka setelah bertarung dengan babi hutan diberikan pengobatan oleh dokter hewan dari Insitut Pertanian Bogor dan Universitas Bosowa Makassar bekerjasama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Bone.
"Pemberian obat pada anjing-anjing yg terluka dilakukan
untuk mencegah infeksi, selain itu kami menyuntikkan vaksin anti rabies agar anjing peliharaan tetap terjamin kesehatannya" ujar ketua tim drh Agusriadi yang didampingi oleh Andi Adriani dari PPK
Kecamatan Tonra. Agusriadi mengucapkan terimakasih kepada pemerintah setempat
khususnya komunitas pencinta anjing pemburu yang telah memfasilitasi
kegiatan ini sehingga bisa bersama, bersatu, dan bekerja melawan rabies dan menyelenggarakan
vaksinasi rabies massal.
Anjing-anjing pemburu yang handal tersebut tidak hanya
berharga mahal tapi juga perlu perawatan khusus. Beberapa pemilik anjing
berkelas mengemukakan bahwa mereka rela merogoh kocek 3-5 juta rupiah untuk
mendapatkan anjing idamannya.


